Loading...

Sosialiasi Pedomaan Tata Tertib SMP Bruder Pontianak Tahun Ajaran 2025-2026

19 Jul 2025 | Kategori: Pendidikan | : 121 | 0

Ditulis Oleh : Ferdi Jelahu, MTB
Gambar Berita

Salam damai sejahtera bagi kita semua.

Pertama-tama patutlah kita bersyukur kepada Tuhan yang Mahakuasa, atas rahmat dan berkat-Nya sehingga kita boleh bertemu di tempat ini untuk untuk berbagai ide, gagasan mendorong kesamaan perspektif dalam “Sosialisasi Pedomaan Tata Tertib SMP Bruder Tahun Ajaran 2025-2026. Ini merupakan langkah awal untuk mengenal lebih mendalam tentang komitmen SMP Bruder dalam mengimplementasikan pedomaan tata tertib menuju sekolah yang sesuai dengan cita-cita bangsa dan harapan orang tua. Tata tertib yang akan disampaikan kepada seluruh orang tua bukan sesuatu yang sempurna. Mungkin dalam perjalanan waktu ada yang kurang tepat atau janggal, baiklah itu dikomunikasikan dengan baik antara orang tua dan pihak sekolah.

Yang kedua, ada pun tujuan sosialisasi tata tertib yang akan kami sampaikan: Pertama, Membangun pemahaman bersama. Kami mengundang orang tua untuk menyatukan pemahaman yang sama dalam implementasi tata tertib. Pemahaman yang dimaksud adalah kesamaan dalam menerapkan nilai-nilai mendidik kepada anak-anak, misalkan “Hari Senin pakai seragam Putih Biru.” Orang tua sudah tahu.” Maka, tidak perlu lagi siap pakaian seragam yang lain.” Kecuali basah dan bajunya hanya satu. Hal lain, misalkan potongan rambut. Kalau ada rambut yang panjang, maka orang tua pun, harus mengingatkan anak-anak, supaya rambutnya dipangkas. Tujuan anak menjaga kerapian diri.

Kedua, kolaborasi dalam penerapan aturan dan tata tertib. Ini mengandaikan kerjasama yang kuat antarpihak sekolah dan orang tua. Dalam bentuk apa kerjasamanya? Orang tua diharapkan berkomunikasi dengan guru di sekolah. Harapannya orang tua tidak semata-mata menyerahkan anaknya ke sekolah. Tetapi dalam pelaksanaannya tetap bersama-sama, baik di sekolah maupun di rumah. Misalkan, ada beberapa guru memberikan kesempatan kepada siswa-siswa untuk mengerjakan tugas di rumah dalam bentuk pekerjaan rumah (bersih rumah, lipat pakaian, masak, dll), harapan kami, orang tua ikut mendukung. Mengapa demikan? Ada maksud yang lebih baik dibalik itu, yakni anak dilatih untuk memulai dari hal-hal kecil untuk mandiri.

Ketiga, mendorong pembentukkan karakter anak-anak. Saya berharap sosialisasi ini banyak menemukan nilai-nilai yang bermanfaat dalam hidup sehari-hari untuk anak-anak kita di sekolah dan yang diusahakan oleh bapak/I guru untuk mendidik anak-anak dalam implentasinya di sekolah, misalkan tanggungjawab, disiplin, memiliki etika, jujur, peduli, kerjasama yang saling mendukung dan lain-lain. Untuk dapat membina dan membentuk karakter siswa-siswi yang lebih baik, maka butuh kerjasama orang tua dan sekolah. Proses pendidikan karakter ini, tidak saja terjadi di sekolah, tetapi juga di rumah. Ada kesinambungan antara pendidikan di sekolah dan di rumah.

Keempat, Sebagai dasar evaluasi dan intervensi. Keikutsertaan orang tua dalam dalam sosialiasi tata tertib hari ini untuk mengetahui konsekuensi bila terjadi pelanggaran, sehingga proses pembinaan bisa dilakukan dengan pendekatan sinergis. Kerjasama pihak sekolah dan orangtua.

Sebagai catatan akhir, aturan bukan untuk mengjerat atau sekedar menghukum. Bukan itu! Aturan untuk membantu mengarahkan hidup menjadi lebih baik. Aturan untuk membantu mendorong kekuatan-kekuatan positif terus tumbuh. Dan yang jauh lebih penting dilakukan di SMP Bruder adalah PENDEKATAN HATI. Pendekatan pribadi dengan membudayakan nilai kasih, nilai-nilai humanis. Di atas semua aturan adalah pribadi anak-anak yang luar biasa, pribadi yang hebat. Karena itu mereka terus di dorong dan diajarkan hal-hal baik. Mari kita terus bekerja sama dalam membangun kualitas pendidikan kasih. 

Ketua komite SMP Bruder Pontianak, Bapak David Hendriek, S.E menegaskan bahwa "Tujuan sosialisasi kita pada hari ini membangun kerjasama orang tua dan sekolah, baik dibidang akademik maupun pendidikan karakter" jelas Pak David. Lanjutnya lagi, "Contoh kesulitan yang dialami anak-anak zaman sekarang adalah sulit melepaskan HP. Nampaknya juga tidak hanya dialami anak-anak kita, tetapi juga kita sebagai orang tua." Beliau mengajak orang tua agar aturan yang disosialisasikan kepada kita dapat di dukung sehingga berjalan dengan baik." Tegasnya.

Sosialisasi ini dibagi beberapa sesi antara lain: Penyampaian tata tertib disampaikan oleh Bu Aprindah Lumantoruan, S.Pd, materi yang disajikan oleh Bu Aprindah cukup singkat, padat dan jelas. Harapannya bisa dipahami oleh orang tua yang hadir dalam mengikuti sosialisasi tatib ini. Sedangkan pedomaan kurikulum disampaikan Ms Theodora Filli Astrida, S.S.


SMP BRUDER PONTIANAK-2026 ⬅ Kembali Ke Postingan Terbaru ⬅ Daftar Semua Postingan Berita