Loading...

Memimpin Diri Sendiri dan Orang Lain

13 Oct 2025 | Kategori: Pendidikan | : 70 | 0

Ditulis Oleh : Ferdi Jelahu, MTB
Gambar Berita

Semua kita dipanggil untuk menjadi pemimpin. Selain menjadi pemimpin bagi diri sendiri, tetapi juga memimpin orang lain. Menjadi pemimpin bagi diri sendiri berarti mengatur diri sebaik mungkin, tanpa harus bergatung terus kepada orang lain. Setiap pribadi yang mampu mengatur diri dengan baik, maka lambat laun, ia akan menjadi pemimpin yang memberikan pengaruh terhadap yang lain. Bukan lagi dengan kata-katanya, tetapi tindakan konkretnya, cara hidupnya (modo de proceder).

Siswa-siswi SMP Bruder yang saya cintai dan banggakan, kalian tidak perlu merasa pemimpin adalah guruku, orang tuaku. Hilangkan paradigma berpikir “karena saya bukan pemimpin” saya tidak perlu melakukan hal ini atau hal itu. Jangan sampai diri kita yang memiliki jiwa kepemimpinan tersandra dengan paradigma yang sempit. Ingatlah bahwa kita semua adalah pemimpin. Tidak perlu menunggu adanya pemimpin untuk melakukan sesuatu yang baik.

Contoh, tidak perlu diminta tolong untuk memungut sampah, tidak perlu disuruh orang tua siap ke sekolah/bangun pagi. Seorang pemimpin harus dimulai dari diri sendiri, diatur mulai dari diri sendiri.

Pada kesempatan hari ini, kita melaksanakan pelatikan pengurus OSIS Periode 2025/2026. Menjadi pengurus OSIS berarti menjadi pemimpin bagi orang lain, lebih daripada sekedar memimpin diri sendiri, melampaui urusan pribadi. Oleh karena itu, pengurus OSIS menjadi teladan bagi orang lain, dengan cara hidupnya, mulai dari: disiplin (tidak ada yang terlambat), cara berpakaian, memperhatikan kebersihan lingkungan, menegur teman yang tidak disiplin, tanggungjawab, memberikan perhatian kepada teman yang sakit, dsbnya.

Tidak semua siswa-siswi SMP Bruder lolos menjadi pengurus OSIS. Dari jumlah 773 orang siswa-siswi hanya 31 orang yang menjadi pengurus OSIS. Semuanya telah melewati beberapa prosedur hingga bisa menjadi anggota OSIS.

Sekolah, selain tempat untuk belajar secara akademik, sekolah menjadi tempat untuk melahirkan pemimpin-pemimpin hebat. Sekolah menjadi tempat untuk membangun koneksi (jaringan) antarsatu dengan yang lain. Sekolah menjadi tempat pembinaan pribadi maupun bersama sehingga bertumbuhnya pengetahuan, keterampilan, spiritual, tanggungjawab, simpati, sosial, empati, dsbnya. “Sekolah kini bukan lagi menjadi tempat untuk belajar, tetapi menjadi tempat untuk mendisiplinkan anak-anak muda” (Hendri Giroux).

Siswa-siswi SMP Bruder Pontianak diharapkan menjadi pribadi yang bertumbuh sesuai dengan nilai dan visi misi sekolah. Sekolah memiliki cita-cita besar dalam diri peserta didik. Karena itu, SMP Bruder Pontianak berupaya mendorong siswa-siswi meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan spiritual dalam berbagai aspek kegiatan yang diselenggarakan oleh sekolah untuk menjawab perkembangan zaman.

Namun, beberapa peristiwa akhir-akhir ini patut menjadi perhatian seluruh siswa siswi: masih ada yang terlambat, kurang menghargai waktu, terutama masuk kelas, selalu ribut dalam kelas (jail), diam-diam membawa kendaraan. Ini bukan tanda kemajuan, tetapi ada kemuduran.

Pertanyaan reflektif. Siapa yang salah kalau terjadi demikan? Aturankah atau dari diri kita sendiri?

Biasanya kalau kita salah, kita cenderung membentengi diri sendiri bahkan menyalahkan aturan, tidak pernah mengoreksi diri. Apakah aku sudah mengikuti dengan baik atau belum? Di mana-mana kita selalu merasa lebih benar dari pada aturan. Kalau itu yang terjadi sebagus apapun aturan dibuat, tetap saja salah.  

Apakah masalah ini tidak dapat diubah? Tentu saja bisa! Perubahan itu dimulai dari diri sendiri. Perubahan itu dimulai dari “sadar akan aturan”. Tidak menganggap sepele terhadap aturan. Aturan itulah yang membantu kita menjadi lebih baik.

Dengan demikian menjadi memimpin bagi diri sendiri adalah usaha untuk memengaruhi orang lain. Dengan harapan dirinya sendiri sudah memberikan yang terbaik. Kebaikan itu ditularkan kepada orang lain. Kata Jhon F. Keneddy, jangan bertanya apa yang diberikan negara kepada kami, tetapi tanyakanlah yang kontribusimu bagi negara.


SMP BRUDER PONTIANAK-2026 ⬅ Kembali Ke Postingan Terbaru ⬅ Daftar Semua Postingan Berita